FOTO: Sulitnya Mendapat Akses Air Bersih di Kampung Nelayan Muara Kamal

TrubusPhoto
M. Iman P Perkasa
21 Juli 2019   07:00 WIB

FOTO: Sulitnya Mendapat Akses Air Bersih di Kampung Nelayan Muara Kamal

Seorang warga kampung nelayan sedang mengambil air untuk kebutuhan mandi dan menyuci (TRUBUS/M. Iman P Perkasa)

Kemarau telah tiba. Sumber air di beberapa wilayah pun mulai kering. Kondisi yang lebih parah terjadi di wilayah yang memang sulit menemukan air bersih. Seperti di wilayah Kampung Nelayan, Muara Kamal, Jakarta Utara contohnya.

Air yang diperoleh dari dalam tanah di Kampung Nelayan rasanya payau. Karena itu, tidak ada warga yang berani mengonsumsinya. Untuk kebutuhan konsumsi, mereka terpaksa membeli air bersih dari para pedagang air keliling. Sementara untuk memenuhi kebutuhan mandi cuci kakus (MCK), mereka kerap memanfaatkan air hujan yang mereka kumpulkan sejak musim hujan lalu.

Namun kini, saat kemarau tiba dan hujan sudah tidak turun lagi, persediaan air hujan yang selama ini mereka tampung sudah menipis. Biaya hidup pun bertambah. Karena tak hanya untuk dikonsumsi, air yang mereka beli dari pedagang keliling terkadang juga terpaksa mereka gunakan untuk keperluan MCK. 

Air payau dari sumur bor yang kering juga sudah jadi barang mahal. Mereka kini bahkan harus membelinya juga seharga dengan harga Rp4000 per gerobak yang berisi 5 jerigen air payau. Cobaan datang juga dari kondisi laut buat masyarakat yang sebagain besar menggantungkan hidup sebagai nelayan ini. Pasalnya di musim kemarau ini kondisi angin laut lebih kencang sehingga berdampak pada hasil tangkapan mereka. 

  0


500 Karakter

Foto Terkait

FOTO : Musim Angin Barat Menghentikan Aktivitas Nelayan Cilincing
Bagikan:          
FOTO: Sunset  Akhir Tahun 2017 Di Puncak Bogor

FOTO: Sunset Akhir Tahun 2017 Di Puncak Bogor

  31 Des 2017 22:00 WIB WIB
Bagikan:          
FOTO : Kepadatan Kendaraan Jelang Malam Tahun Baru
Bagikan:          
FOTO : Perayaan Pergantian Tahun Di Puncak Bogor
Bagikan: